Monday, 18 July 2016

Pantai



Setiap sore saat senja tiba, dia berjalan menyusuri tepian pantai. Melangkahkan kaki tanpa memakai alas kaki. Berjalan kesana kemari hingga pada saatnya senja benar benar nampak sempurna dengan warna oren menyala dia memberhentikan langkah. Berhenti tepat ditengah tengah tepian pantai. Mendudukkan tubuhnya diatas pasir basah karena ulah ombak yang gagah. Lalu melipat kedua kaki didepan dan dirangkulkannya kedua tangan dengan wajah yang tetap mengarah lurus ke laut lepas. Seakan tak mau melewatkan sesuatu.

Hembusan angin menyapu wajah, rambut panjang tergurainya pun menari nari indah bak penari salsa yang sedang berdansa. Sesekali karena angin pantai yang berhembus merdu membuat beberapa helai mahkotanya menyeka wajah ayu itu, namun tetap saja dia tidak bergeming. Yaah, dia masih terpaku pada laut lepas dengan tidak menghiraukan apa saja yang terjadi. Deburan ombak yang keras pun tidak mampu merebut perhatiannya. Bahkan saat tubuhnya basah oleh ombak ombak pantai, dia tetap saja duduk dengan santai tanpa menghindar. Dia tetap diam, tetap mengarah ke depan menikmati pertunjukan alam yang begitu indah bernama Senja. Hingga sampai senja berpulang, maka dia pun pulang.

Saturday, 16 July 2016

Thursday, 14 July 2016

Mati



Rasanya ingin mati saja, atas semua yang terjadi sampai detik ini rasanya ingin mati saja. Atas segala luka dalam hati, duka yang selalu menghampiri diri dan kekecewaan tanpa henti aku menghaturkan lekaslah datang pada kematian. Untuk segala hal yang telah aku terima, segenap kesakitan pun pesakitan yang mendera, ribuan tetesan air mata yang mengalir dengan derasnya. Aku mengucapkan bergegaslah pada kematian. Dan selalu terucap dalam doa agar semoga disegerakan.

Kematian, salah satu cara agar terlepas dari segala belenggu duniawi yang semakin hari semakin menjadi. Kematian menjadi suatu wadah untuk keluar dari jerat kehidupan ini. Kematian…

Semua tau, cepat atau lambat kematian akan datang dan itu pasti. Tapi mengapa harus menunggu hingga dimatikan agar mati jika mematikan sendiri jauh lebih pasti. Tak perlu menunggu nanti, esok atau bahkan lusa lusa. Dengan mematikan, detik itu pula kita didapati mati.

 Kematian.. Dimatikan.. Mematikan.. Mati..