Friday, 24 January 2014

Pemberi Harapan Palsu



Maka berharaplah pada tempatNya

Selamat malam para Riders semua, gimana nih kabar kalian? Semoga baik baik ya dan tetap diselimuti kebahagiaan, kesehatan dan kedamaian. Amin deh.

Gini, sekarang kan lagi musimnya Pemberi Harapan Palsu  tuh gimana kalo sekarang kita bahas itu. Setuju? Setuju aja ya, keren plus seru lho gyus, lagi booming soalnya. Pemberi Harapan Palsu yang biasanya para anak muda jaman sekarang nyebutnya PHP, biar kece katanya. Haha PHP itu sebenernya enggak ada lho para Riders kalo seumpama enggak ada yang berharap, bener enggak? Trus PHP juag enggak ada kalo enggak ada yang ngasih harapan. Hehe ribet ya. Tapi ya itu, emang gitu. Coba deh bayangin kalo seumpama ada yang ngasih harapan ke para Riders sekalian tapi para Riders enggak nanggepin itu atau enggak terlalu naruh harepan yang besar apa mungkin itu akan menghasilkan kata yang disebut PHP, enggak kan? Ada juga nih, kalo seumpama dia enggak ngasih harapan misalnya, misalnya lho para Riders. Tapi para Riders nanggepin harapannya itu dan akhirnya menjadikan para Riders berharap terlalu tinggi tentang hubungan kalian. Apa itu juga bisa dikategorikan sebagai Pemberi Harapan Palsu? Enggak dong.

Emang ya jaman sekarang itu keliatannya makin ribet aja urusannya. Dalam PHP jua ada kata yang sering banget dikatakan anak anak. Hmm itu adalah PEKA dan KODE. Ada yang tau? Okedeh, Ride jelasin aja satu persatu. Gini, pertama kita bahas KODE dulu aja ya. KODE adalah petunjuk atau isyarat isyarat yang diberikan sama orang yang suka, naksir sama kalian. Entah itu berupa perhatian, ngupdate-in status di facebook, twitter dan media social lainnya buat kalian atau bahkan ungkapan kata kata secara langsung. KODE mengartikan bahwa dia suka sama kita dan dia berharap kita membalasnya. Ehh ketemu dengan kata berharap lagi. J haha itu KODE, beda lagi sama PEKA. Sini Ride jelasin PEKA emang beda sama KODE tapi mereka saling berhubungan kok. PEKA dalam KODE itu artinya kita ngerespon, kiat tau kalo dia ngasih tanda tanda dan kita ngebales isyarat dari mereka.

Nah kembali lagi ke Pemberi Harapan Palsu, banyak juga yang PEKA itu sebagai PHP. Gini gini biar enggak bingung, kalo seumpama dia PEKA kan berarti dia ngebales KODE kita atau perasaan kita tapi ternyata dia enggak ada rasa sama kita jadi intinya PEKA itu enggak selalu jadi isyarat dia ada perasaan juga sama kita. Hati hati ya buat para Riders sekalian. Dia PEKA tapi dia enggak ada rasa itu yang dinamakan PHP. Paham enggak? Beginilah kisah cinta anak muda jaman sekarang, dipenuhi dengan bahasa bahasa yang katanya Gaul tapi mah malah ribet. Haha J itu aja dari Ride.

Jadi buat para Riders sekalian, pesen dari Ride jangan pernah ngasih harapan atau berharap pada hati hati siapa pun itu. Oh iya, khusus yang berharap usahakanlah kalian berharap pada tempatnya, Ya berharaplah pada Allah, sang pencipta. Bener enggak guys.

Surabaya, 03 november 2013
Risky Devitasari as Ride

Catatan Riders



selamat berjuang dengan cinta cinta kalian

Masih seputar masalah cinta. Yaah Cinta, dia kadang ngebuat kita serasa terbang dan berada dilangit ketujuh dengan menggunakan sayap sayapnya hingga kadang kita sampai lupa kalau sebenarnya kita lagi dibumi, nginjakin kedua kaki di tanah. Oh cinta, indahnya kau. Eits, tapi Cinta juga kadang bisa ngebuat kita nangis tujuh hari tujuh malem enggak berhenti henti, iih kedengerannya miris banget ya. Tapi itulah kenyataannya, dia bisa ngebuat kita jadi manusia paling kuat dimuka bumi ini namun terkadang dia juga bisa ngebuat kita menjadi manusia paling rapuh didunnia ini, haha bahasanya terlalu puitis ya.

Oke sob, kalo bicara soal cinta mah enggak aka nada kelarnya. Bener enggak? Pasti bener kan sob. Para Riders sendiri pasti juga udah ngerasain gimana rasanya Jatuh Cinta, kalo kata lagu sih “Jatuh Cinta itu berjuta rasanya”. Kalo dipikir piker ya emang bener. Saat jatuh cinta dunia kerasa indah banget, makan kerupuk sama nasi aja kayak udah makan paha daging ayam kalo lagi jatuh cinta. Iyakan? Ngaku deh para Riders semua. Dan semuanya akan menjadi tambah indah saat rasa kita terbalaskan, bahasa gaulnya mah enggak bertepuk sebelah tangan gitu. Artinya ya dia juga punya rasa yang sama, dia juga suka atau cinta pada para Riders. Emm indah banget deh rasanya. Setiap waktu ngebayangin wajah dia, senyum senyum sendiri kalo liat sms dari dia, ketawa kalo lagi telfonan sama doi. Udah deh kalo jatuh cinta mah dunia kerasa jadi milik berdua. ciee..

Hemm dalam cinta memang indah kalo dia terbalas tapi guys, cinta itu sakit kalo bertepuk sebelah tangan. Artinya ya  Cuma para Riders aja yang cinta doi tapi doi enggak ada rasa sama sekali sama para Riders. Sedih kan, yaah memang sedih rasanya. Mengharapkan seseorang yang enggak punya ada rasa sama kita, itu sakit sob. Ehemm, mendalami banget ya bahasanya. Maklumlah, cinta Ride juga pernah enggak terbalas lho. Kalo enggak terbalas ya sudah mungkin dia bukan buat kita, kalo enggak terbalas juga jangan pernah ngelakuin hal hal aneh yang nantinya malah bikin harga diri para Riders turun hanya karena pengen jadi seperti yang dia mau agar doi bisa punya rasa yang sama kayak para Riders. Hmm hindari ya guys. Kalo bisa sih, seandainya para Riders udah tau kalo cintanya bertepuk sebelah tangan sebaiknya menghentikan rasa dan mulai mencari incaran lagi. Haha   boleh sih kita bertahan pada orang yang sama, boleh juga kita berjuang ngedapetin hatinya tapi kalo dari awal udah tau dia enggak cinta sebaiknya dihindari deh.  Tapi tenang bagi para Riders yang cintanya enggak terbalas, masih banyak diluar sana doi doi yang bisa mencintai para Riders dengan tulus. Buat para Riders jangan pernah patah semangat atau sedih berkepanjangan karena cinta ya.

Semanagat deh.. Oke para Riders..

Nah intinya, cinta itu kadang indah kadang luka guys. Tinggal bagaimana cara kita menyikapinya. Oke guys, selamat berjuang dengan cinta cinta kalian.
                                                         
Surabaya, 03 november 2013
Risky Devitasari as RIDE

Senja, kau dimana?




Senja, kau dimana?
Aku mencarimu kemana – mana.
Tapi tetap saja, kau tak ada.
Senja, kau dimana?
Aku ingin bercerita.
Tentang semua duka, tentang semua luka.
Kau dimana?
Nampakkan dirimu senja.
Temui dan temani aku senja.
Hapuskan hati yang terluka.
Karena aku tak sanggup sudah.
Senja, kau dimana?

Debu





Aku..
Aku hanya seberkas debu
Terbang bebas
Melayang tiada berbatas
Aku hanya debu berhamburan
Tak bernilai
Tak berharga
Hanya bisa mengotori
Hanya dapat membuat penyakit
Tak ada ruang untuk aku singgah
Terusir aku selalu
Seakan aku tak dianggap
Tapi aku
Aku memang sebersit debu
Beri aku sedikit ruang
Untukku berhenti sejenak
Menyelaraskan segalanya yang ada dalam aku

MbM


MbM ever!

                Jam menunjukkan pukul 14.00 waktu Indonesia bagian barat, bel sekolah pun telah berbunyi. Semua siswa pun berebut  untuk keluar kelas dengan rapi, ada yang berlarian, ada yang berjalan lambat dan ada pula yang masih enggan melangkahkan kaki meninggalkan kelas bercat merah muda ini. Semua teman-teman sekelasku sudah meninggalkan kelas hanya tertinggal beberapa anak saja. Sebelum beranjak pergi aku pun berberes dan membenahi buku-buku serta alat tulisku yang masih berserakkan diatas bangku kayu bercat coklat.
                Setelah membereskan semua perkakas, aku pun segera pergi meninggalkan kelasku. Disaat aku mulai beranjak pergi  aku melihat beberapa anak menghampiriku dan segera mengajak aku untuk pergi. Mereka adalah teman-teman terdekatku, teman yang paling bisa mengerti aku. Nama mereka adalah Tita, bunga, dan Erlita.
                “ risky ayo kita ke ruang dua ! ”, kata salah satu temanku.
“iya ayo kita kesana”,  sahutku. Aku pun segera keluar kelas dan menuju kelas bernomer ruang satu yang terletak didekat kantin. Kami berempat berjalan sejajar dengan langkah yang sama seperti mau melakukan gerak jalan haha lucu..
                Setibanya di ruang satu kami segera menuju bangku teman-teman kami yang lain. Mereka adalah Bunga, Rani, dan Chindy. Mereka juga teman dekatku, kita terdiri dari tujuh gadis beranjak remaja yang dipersatukan oleh Tuhan untuk menjadi satu.
“ ayo kita segera keruang empat belas, kita udah ditunggu lho disana, ayo cepat cepat ! ” Setelah kami berkumpul, kami segera melangkah ruang nomor 14 untuk mengikuti ekstra kulikuler bridge sambil bergurau-gurau kecil. Ditengah jalan kami bertemu dengan guru ekskul kami yang bernama Sentot, Sentot Brahmantyo tepatnya. Akhirnya kami berdelapan berjalan bersama menuju ruang 14.
                Diruang 14 sudah ada banyak anak lain yang juga mengikuti ekskul bridge ini. Pada waktu pembelajaran dimulai semuanya diam mendengarkan. Ditengah tengah ekstra berlangsung Pak Sentot memberitaukan bahwa pada hari Sabtu besok ada turnamen di kota Jember dan kami diberi kesempatan untuk mengikuti tournament tersebut. Yeah… aku dan teman-teman sangat bergembira memdengar kabar itu. Selain bisa menguji kemampuan kita juga bisa liburan bersama, liburannya keluar kota pula. Karena keasyikkan main, kita sampai-sampai enggak ngerasa kalo waktunya udah selesai dan saatnya kita pulang.
                Keesokkan harinya aku dan teman teman asyik bercengkramah membicarakan tentang lomba  di luar kota nanti. Kita sangat antusias menyambutnya, sampai-sampai kita udah nggak sabar buat nunggu harinya. Hari demi hari pun berganti, sekarang adalah hari Jum’at dimana hari ini adalah puncak penantianku yang panjang karena besok aku akan berangkat. Yeyeye seneng banget deh rasanya.
                “ akhirnya hari ini dating juga, senangnya hati ini ”, kataku dengan nada yang sangat bersemangat.
                Pagi telah tiba, ayam jago pun telah berkokok. Sang mentari juga telah menebarkan senyumannya. Aku bangun dengan hati ceria meski pun bangunku agak kesiangan karena kemaren malam aku sibuk begadang. Siangku aku isi dengan menyiapkan barang yang akan aku bawa nanti hingga tibalah soreku.  Semuanya telah siap, aku pun bergegas menuju tempat berkumpul yang telah ditentukan. Sesampainya disana ternyata teman temanku sudah banyak yang dating kecuali satu temanku Binuri. Hmm dia emang ratunya telat, telatnya ngalah ngalahin aku. Oh iya, disini enggak ada Erlita karena Erlita enggak mau ikutan. Dia kan masih baru ikut ekskulnya jadi dia ngerasa dia belum siap. Setelah lama ditunggu Binuri pun datang dan akhirnya kita semua berangkat.
                Tujuh jam sudah aku lewati didalam mobil travel, rasanya capek banget. Aku pun sempat tertidur sebentar  hingga akhirnya aku dan rombongan sampai pada satu penginapan yang bernama Safari Hotel. Kami bermalam disana. Keesokkan harinya kami bersiap siap meluncur menuju tempat diselenggarakannya lomba. Disana banyak sekali terdapat peserta peserta dari berbagai kota lainnya. Hmm kami sempat gundah ketika melihat peserta peserta yang lain. Lomba pun dimulai, semua berkonsentrasi pada mejanya sendiri sendiri termasuk aku. Ditengah tengah lomba ada sedikit waktu istirahat, waktu yang sedikit itu kami gunakan untuk menikmati santapan siang. Setelah jam istirahat berakhir kami langsung melanjutka permainan ke sesi berikutnya. Sesi demi sesi kami mainkan, kursi demi kursi kami duduki hingga berakhirlah sudah lomba ini. Pengumuman pun disampaikan, kami berharap diantara kami ada yang juara tetapi takdir berkehendak lain tak seorangpun dari kami yang menjadi juara. Kami pun pulang ke penginapan.
                Keesokkan harinya, kami  diberi waktu untuk berlibur disalah satu objek wisata di kota Jember ini dan kami memilih pantai Watu Ulo yang menjadi tujuan kami. Kami pun lantas berangkat kesana. Setibanya di Watu Ulo kami sangat terpukau dengan keindahan pemandangannya yang menakjubkan. Kami segera bergegas turun kepantainya, dari awalnya yang enggak ada niat untuk berbasah basahan sama sekali tapi setelah merasakan liukkan ombaknya niat pun berganti. Kami bermain basah basahan, berfoto foto, berjalan jalan menyisiri pantai, hingga bermain dengan butiran pasir. Kami menghabiskan  hari itu dengan penuh tawa hingga tak terasa senja telah dating. Kami pun harus menyudahi semuanya dan bergegas pulang kembali menuju kota asal kami, Surabaya. Sungguh indah saat saat itu, akan selalu terkenang dalam kalbu.