Friday, 24 January 2014

MbM


MbM ever!

                Jam menunjukkan pukul 14.00 waktu Indonesia bagian barat, bel sekolah pun telah berbunyi. Semua siswa pun berebut  untuk keluar kelas dengan rapi, ada yang berlarian, ada yang berjalan lambat dan ada pula yang masih enggan melangkahkan kaki meninggalkan kelas bercat merah muda ini. Semua teman-teman sekelasku sudah meninggalkan kelas hanya tertinggal beberapa anak saja. Sebelum beranjak pergi aku pun berberes dan membenahi buku-buku serta alat tulisku yang masih berserakkan diatas bangku kayu bercat coklat.
                Setelah membereskan semua perkakas, aku pun segera pergi meninggalkan kelasku. Disaat aku mulai beranjak pergi  aku melihat beberapa anak menghampiriku dan segera mengajak aku untuk pergi. Mereka adalah teman-teman terdekatku, teman yang paling bisa mengerti aku. Nama mereka adalah Tita, bunga, dan Erlita.
                “ risky ayo kita ke ruang dua ! ”, kata salah satu temanku.
“iya ayo kita kesana”,  sahutku. Aku pun segera keluar kelas dan menuju kelas bernomer ruang satu yang terletak didekat kantin. Kami berempat berjalan sejajar dengan langkah yang sama seperti mau melakukan gerak jalan haha lucu..
                Setibanya di ruang satu kami segera menuju bangku teman-teman kami yang lain. Mereka adalah Bunga, Rani, dan Chindy. Mereka juga teman dekatku, kita terdiri dari tujuh gadis beranjak remaja yang dipersatukan oleh Tuhan untuk menjadi satu.
“ ayo kita segera keruang empat belas, kita udah ditunggu lho disana, ayo cepat cepat ! ” Setelah kami berkumpul, kami segera melangkah ruang nomor 14 untuk mengikuti ekstra kulikuler bridge sambil bergurau-gurau kecil. Ditengah jalan kami bertemu dengan guru ekskul kami yang bernama Sentot, Sentot Brahmantyo tepatnya. Akhirnya kami berdelapan berjalan bersama menuju ruang 14.
                Diruang 14 sudah ada banyak anak lain yang juga mengikuti ekskul bridge ini. Pada waktu pembelajaran dimulai semuanya diam mendengarkan. Ditengah tengah ekstra berlangsung Pak Sentot memberitaukan bahwa pada hari Sabtu besok ada turnamen di kota Jember dan kami diberi kesempatan untuk mengikuti tournament tersebut. Yeah… aku dan teman-teman sangat bergembira memdengar kabar itu. Selain bisa menguji kemampuan kita juga bisa liburan bersama, liburannya keluar kota pula. Karena keasyikkan main, kita sampai-sampai enggak ngerasa kalo waktunya udah selesai dan saatnya kita pulang.
                Keesokkan harinya aku dan teman teman asyik bercengkramah membicarakan tentang lomba  di luar kota nanti. Kita sangat antusias menyambutnya, sampai-sampai kita udah nggak sabar buat nunggu harinya. Hari demi hari pun berganti, sekarang adalah hari Jum’at dimana hari ini adalah puncak penantianku yang panjang karena besok aku akan berangkat. Yeyeye seneng banget deh rasanya.
                “ akhirnya hari ini dating juga, senangnya hati ini ”, kataku dengan nada yang sangat bersemangat.
                Pagi telah tiba, ayam jago pun telah berkokok. Sang mentari juga telah menebarkan senyumannya. Aku bangun dengan hati ceria meski pun bangunku agak kesiangan karena kemaren malam aku sibuk begadang. Siangku aku isi dengan menyiapkan barang yang akan aku bawa nanti hingga tibalah soreku.  Semuanya telah siap, aku pun bergegas menuju tempat berkumpul yang telah ditentukan. Sesampainya disana ternyata teman temanku sudah banyak yang dating kecuali satu temanku Binuri. Hmm dia emang ratunya telat, telatnya ngalah ngalahin aku. Oh iya, disini enggak ada Erlita karena Erlita enggak mau ikutan. Dia kan masih baru ikut ekskulnya jadi dia ngerasa dia belum siap. Setelah lama ditunggu Binuri pun datang dan akhirnya kita semua berangkat.
                Tujuh jam sudah aku lewati didalam mobil travel, rasanya capek banget. Aku pun sempat tertidur sebentar  hingga akhirnya aku dan rombongan sampai pada satu penginapan yang bernama Safari Hotel. Kami bermalam disana. Keesokkan harinya kami bersiap siap meluncur menuju tempat diselenggarakannya lomba. Disana banyak sekali terdapat peserta peserta dari berbagai kota lainnya. Hmm kami sempat gundah ketika melihat peserta peserta yang lain. Lomba pun dimulai, semua berkonsentrasi pada mejanya sendiri sendiri termasuk aku. Ditengah tengah lomba ada sedikit waktu istirahat, waktu yang sedikit itu kami gunakan untuk menikmati santapan siang. Setelah jam istirahat berakhir kami langsung melanjutka permainan ke sesi berikutnya. Sesi demi sesi kami mainkan, kursi demi kursi kami duduki hingga berakhirlah sudah lomba ini. Pengumuman pun disampaikan, kami berharap diantara kami ada yang juara tetapi takdir berkehendak lain tak seorangpun dari kami yang menjadi juara. Kami pun pulang ke penginapan.
                Keesokkan harinya, kami  diberi waktu untuk berlibur disalah satu objek wisata di kota Jember ini dan kami memilih pantai Watu Ulo yang menjadi tujuan kami. Kami pun lantas berangkat kesana. Setibanya di Watu Ulo kami sangat terpukau dengan keindahan pemandangannya yang menakjubkan. Kami segera bergegas turun kepantainya, dari awalnya yang enggak ada niat untuk berbasah basahan sama sekali tapi setelah merasakan liukkan ombaknya niat pun berganti. Kami bermain basah basahan, berfoto foto, berjalan jalan menyisiri pantai, hingga bermain dengan butiran pasir. Kami menghabiskan  hari itu dengan penuh tawa hingga tak terasa senja telah dating. Kami pun harus menyudahi semuanya dan bergegas pulang kembali menuju kota asal kami, Surabaya. Sungguh indah saat saat itu, akan selalu terkenang dalam kalbu.