MbM ever!
Jam
menunjukkan pukul 14.00 waktu Indonesia bagian barat, bel sekolah pun telah
berbunyi. Semua siswa pun berebut untuk
keluar kelas dengan rapi, ada yang berlarian, ada yang berjalan lambat dan ada
pula yang masih enggan melangkahkan kaki meninggalkan kelas bercat merah muda
ini. Semua teman-teman sekelasku sudah meninggalkan kelas hanya tertinggal
beberapa anak saja. Sebelum beranjak pergi aku pun berberes dan membenahi
buku-buku serta alat tulisku yang masih berserakkan diatas bangku kayu bercat
coklat.
Setelah
membereskan semua perkakas, aku pun segera pergi meninggalkan kelasku. Disaat
aku mulai beranjak pergi aku melihat
beberapa anak menghampiriku dan segera mengajak aku untuk pergi. Mereka adalah
teman-teman terdekatku, teman yang paling bisa mengerti aku. Nama mereka adalah
Tita, bunga, dan Erlita.
“ risky
ayo kita ke ruang dua ! ”, kata salah satu temanku.
“iya ayo kita kesana”, sahutku. Aku pun segera keluar kelas dan
menuju kelas bernomer ruang satu yang terletak didekat kantin. Kami berempat
berjalan sejajar dengan langkah yang sama seperti mau melakukan gerak jalan
haha lucu..
Setibanya
di ruang satu kami segera menuju bangku teman-teman kami yang lain. Mereka adalah
Bunga, Rani, dan Chindy. Mereka juga teman dekatku, kita terdiri dari tujuh
gadis beranjak remaja yang dipersatukan oleh Tuhan untuk menjadi satu.
“ ayo kita segera keruang empat
belas, kita udah ditunggu lho disana, ayo cepat cepat ! ” Setelah kami
berkumpul, kami segera melangkah ruang nomor 14 untuk mengikuti ekstra
kulikuler bridge sambil
bergurau-gurau kecil. Ditengah jalan kami bertemu dengan guru ekskul kami yang
bernama Sentot, Sentot Brahmantyo tepatnya. Akhirnya kami berdelapan berjalan
bersama menuju ruang 14.
Diruang
14 sudah ada banyak anak lain yang juga mengikuti ekskul bridge ini. Pada waktu
pembelajaran dimulai semuanya diam mendengarkan. Ditengah tengah ekstra
berlangsung Pak Sentot memberitaukan bahwa pada hari Sabtu besok ada turnamen
di kota Jember dan kami diberi kesempatan untuk mengikuti tournament tersebut.
Yeah… aku dan teman-teman sangat bergembira memdengar kabar itu. Selain bisa
menguji kemampuan kita juga bisa liburan bersama, liburannya keluar kota pula.
Karena keasyikkan main, kita sampai-sampai enggak ngerasa kalo waktunya udah
selesai dan saatnya kita pulang.
Keesokkan
harinya aku dan teman teman asyik bercengkramah membicarakan tentang lomba di luar kota nanti. Kita sangat antusias
menyambutnya, sampai-sampai kita udah nggak sabar buat nunggu harinya. Hari
demi hari pun berganti, sekarang adalah hari Jum’at dimana hari ini adalah
puncak penantianku yang panjang karena besok aku akan berangkat. Yeyeye seneng
banget deh rasanya.
“
akhirnya hari ini dating juga, senangnya hati ini ”, kataku dengan nada yang
sangat bersemangat.
Pagi
telah tiba, ayam jago pun telah berkokok. Sang mentari juga telah menebarkan
senyumannya. Aku bangun dengan hati ceria meski pun bangunku agak kesiangan
karena kemaren malam aku sibuk begadang. Siangku aku isi dengan menyiapkan
barang yang akan aku bawa nanti hingga tibalah soreku. Semuanya telah siap, aku pun bergegas menuju
tempat berkumpul yang telah ditentukan. Sesampainya disana ternyata teman
temanku sudah banyak yang dating kecuali satu temanku Binuri. Hmm dia emang
ratunya telat, telatnya ngalah ngalahin aku. Oh iya, disini enggak ada Erlita
karena Erlita enggak mau ikutan. Dia kan masih baru ikut ekskulnya jadi dia
ngerasa dia belum siap. Setelah lama ditunggu Binuri pun datang dan akhirnya
kita semua berangkat.
Tujuh
jam sudah aku lewati didalam mobil travel, rasanya capek banget. Aku pun sempat
tertidur sebentar hingga akhirnya aku
dan rombongan sampai pada satu penginapan yang bernama Safari Hotel. Kami bermalam
disana. Keesokkan harinya kami bersiap siap meluncur menuju tempat
diselenggarakannya lomba. Disana banyak sekali terdapat peserta peserta dari
berbagai kota lainnya. Hmm kami sempat gundah ketika melihat peserta peserta
yang lain. Lomba pun dimulai, semua berkonsentrasi pada mejanya sendiri sendiri
termasuk aku. Ditengah tengah lomba ada sedikit waktu istirahat, waktu yang
sedikit itu kami gunakan untuk menikmati santapan siang. Setelah jam istirahat
berakhir kami langsung melanjutka permainan ke sesi berikutnya. Sesi demi sesi
kami mainkan, kursi demi kursi kami duduki hingga berakhirlah sudah lomba ini.
Pengumuman pun disampaikan, kami berharap diantara kami ada yang juara tetapi
takdir berkehendak lain tak seorangpun dari kami yang menjadi juara. Kami pun
pulang ke penginapan.
Keesokkan
harinya, kami diberi waktu untuk
berlibur disalah satu objek wisata di kota Jember ini dan kami memilih pantai
Watu Ulo yang menjadi tujuan kami. Kami pun lantas berangkat kesana. Setibanya
di Watu Ulo kami sangat terpukau dengan keindahan pemandangannya yang
menakjubkan. Kami segera bergegas turun kepantainya, dari awalnya yang enggak
ada niat untuk berbasah basahan sama sekali tapi setelah merasakan liukkan
ombaknya niat pun berganti. Kami bermain basah basahan, berfoto foto, berjalan
jalan menyisiri pantai, hingga bermain dengan butiran pasir. Kami
menghabiskan hari itu dengan penuh tawa
hingga tak terasa senja telah dating. Kami pun harus menyudahi semuanya dan
bergegas pulang kembali menuju kota asal kami, Surabaya. Sungguh indah saat
saat itu, akan selalu terkenang dalam kalbu.
