Mulai detik ini mungkin saya tidak akan percaya lagi dengan yang namanya cinta, bukan perkara apa, namun berkali kali dibuat kecewa, lagi lagi dibuat terluka membuat saya jengah.
Perkara mencinta , seharusnya bahagia bukan malah air mata.
Perkara mencinta saya memang tak bisa biasa saja.
Perkara cinta saya tak pernah setengah setengah namun tetap saja dijadikan nomor dua.
Perkara cinta saya berusaha selalu setia namun tetap saja tak pernah menjadi yang pertama.
Diduakan, dikecewakan, dan pengkhianatan sudah sering saya terima.
Ditinggal pada saat sayang sayangnya.. aah rasanya sudah tak terhitung lagi berapa banyak air mata saya yang jatuh membuat basah.
Perihal cinta, seharusnya hanya ada saya dan kamu saja bukan? tidak ada lagi dia atau dirinya.
Perihal cinta bukankah hanya antara saya dan kamu, tak ada lagi kisah masa lalu, hanya ada kita dan masa depan bukan mantan.
Perihal cinta, saya tidak bisa memberi toleransi dengan apa yang bernama mantan.
Bukan apa apa, karena bagi saya.. sudah ya sudah, yang lalu biar beralu, maka jika akamu membuat satu pergerakan apapun dengan mantan maka jangan salahkan saya jika saya membuat keputusan yang nantinya akan membuat kita berada di beda jalan. Memang untuk sebagaian orang mantan adalah sebuah makhluk yang.. yasudahlah.. hanya mantan bukan, kenapa dipermasalahkan. tapi tidak dengan saya.
KARENA apa? saya pernah dikecewakan dengan kata "mantannya mantan saya" dan sekarang saya berusaha untuk lebih berhati hati menjaga hati. jika memang masih mencintai mantan makan maafkan jika kamu harus saya tinggalkan.
Kita ya kita saja, jangan ada dia atau dirinya.
