Kita hanya Teman
Hari ini aku ke salah satu sekolah menengah kejuruan yang terkenal di kotaku, SMK Negeri 1 Surabaya. Alasanku mengunnjungi tempat ini adalah untuk mendukung salah seorang teman yang mengikuti Olimpiade Skill. Namanya Faizal Nur Rozi. Dia mengikuti lomba dengan kategori Web Design dan mendapat nomor peserta 13, angka yang disebut sebut sebagai angka keramat. Bukan hanya aku saja yang mengunjungi sekolah bersejarah ini, melainkan teman-teman sekelas yang juga ingin memberi dukungan moril.
Pagi berlalu, aku berangkat di jemput oleh Arindya Ragil, anak tergopoh dikelas. Dia memakai Jaket Biru, Helm Putih, Celana Hitam dengan bentuk pensil, Tas ransel berwarnaCoklat dan Sepatu Hitam. Lalu kami ke sekolah untuk menunggu teman yang lain, Riris Lukitasari, dia mengendarai Beat
Injeksi Hitam, Baju Merah, Sweater Hijau, Celana Biru, Sepatu Coklat, Tas
Coklat sama Helm Hitam. Selang beberapa lama, dia datang dan kami lalu berangkat. Sesampainya disana, kami tidak tau mau parkir dimana, karena memang ini adalah kunjungan pertama kami di SMKN 1 ini. Dengan bermodal nekat, kamipun memasuki gerbang. Menjalankan motor ke area parkir. Namun seorang security menghentikan kami. Dia bertanya tujuan dan alasan. Kami pun berucap ingin mendukung teman, lambat laun setelah terjadi perbincangan akhirnya diperbolehkan masuk.
Setelah memarkir sepeda, kami melangkahkan kaki masuk ke arah bangunan dan mencari ruang D104 yang merupakan tempat lomba berlangsung. Namun, karena kami tidak mengetahui dimana letak ruangan tersebut, kami pun berhenti dan bertanya kepada salah satu siswa yang kebetulan lewat. Sewaktu sudah sampai tempatnya ternyata ruangan tersebut tertutup terkuci rapat, hingga kami memutuskan untuk berjalan jalan mengitari kantin sembari mencari makanan pengganjal lapar. Mondar mandir dari ujung ke ujung kantin tapi ternyata tak ada satu pun yang menarik untuk dibeli. Kmsi pun ke lorong sekolah yang ternyata disitu juga menyediakan berbagai macam makanan dan minuman, ragil membeli segelas milk sedang aku dengana riris tertarik untuk membeli segelas milo dingin. Sesudah membeli, kembalilah ketempat.
Sesampainya didepan ruangan D104, datanglah Arvin, lutfi sama Dia*yang tidak boleh disebutkan namanya*. Aku sungguh tidak tau bagaimana perasaanku saat itu, antara bahagia, gugup, dan jengkel. Sempat terpikir dalam benakku "Mengapa dia datang kesini? Apa untuk menancapkan luka lagi? Atau sekedar bermaind dengan perasaanku?". Tapi satu statement yang membuatku sadar "Kita hanya teman, kita semua berteman". Yah, statement yang sebenarnya merontokkan hatiku kala itu. Tak lama kemudian Arvin dan Dia*yang tidak boleh disebutkan namanya* pamit entah kemana. Cukup lama mereka pergi, hingga kemudian datang membawa Tommy berserta temannya. Tetapi Dia*yang tidak boleh disebutkan namanya* nya hilang, temannya memberitahu bahwa Dia sedang memarkir sepeda Tommy. Yah memang, sehabis itu Dia kembali. Tak lama, datanglah Petrus. Entah
apa yang terjadi disana tadi, ccukup membuatku berolahraga jantung hari ini. Sempet turun hujan namun tak lama reda.
Pulangnya kami memutuskan untuk mampir ke KFC DIPONEGORO sekedar membeli Tropicalfloat, lalu pulang.
Surabaya, 12 November
2013
