Friday, 24 January 2014

Pemberi Harapan Palsu



Maka berharaplah pada tempatNya

Selamat malam para Riders semua, gimana nih kabar kalian? Semoga baik baik ya dan tetap diselimuti kebahagiaan, kesehatan dan kedamaian. Amin deh.

Gini, sekarang kan lagi musimnya Pemberi Harapan Palsu  tuh gimana kalo sekarang kita bahas itu. Setuju? Setuju aja ya, keren plus seru lho gyus, lagi booming soalnya. Pemberi Harapan Palsu yang biasanya para anak muda jaman sekarang nyebutnya PHP, biar kece katanya. Haha PHP itu sebenernya enggak ada lho para Riders kalo seumpama enggak ada yang berharap, bener enggak? Trus PHP juag enggak ada kalo enggak ada yang ngasih harapan. Hehe ribet ya. Tapi ya itu, emang gitu. Coba deh bayangin kalo seumpama ada yang ngasih harapan ke para Riders sekalian tapi para Riders enggak nanggepin itu atau enggak terlalu naruh harepan yang besar apa mungkin itu akan menghasilkan kata yang disebut PHP, enggak kan? Ada juga nih, kalo seumpama dia enggak ngasih harapan misalnya, misalnya lho para Riders. Tapi para Riders nanggepin harapannya itu dan akhirnya menjadikan para Riders berharap terlalu tinggi tentang hubungan kalian. Apa itu juga bisa dikategorikan sebagai Pemberi Harapan Palsu? Enggak dong.

Emang ya jaman sekarang itu keliatannya makin ribet aja urusannya. Dalam PHP jua ada kata yang sering banget dikatakan anak anak. Hmm itu adalah PEKA dan KODE. Ada yang tau? Okedeh, Ride jelasin aja satu persatu. Gini, pertama kita bahas KODE dulu aja ya. KODE adalah petunjuk atau isyarat isyarat yang diberikan sama orang yang suka, naksir sama kalian. Entah itu berupa perhatian, ngupdate-in status di facebook, twitter dan media social lainnya buat kalian atau bahkan ungkapan kata kata secara langsung. KODE mengartikan bahwa dia suka sama kita dan dia berharap kita membalasnya. Ehh ketemu dengan kata berharap lagi. J haha itu KODE, beda lagi sama PEKA. Sini Ride jelasin PEKA emang beda sama KODE tapi mereka saling berhubungan kok. PEKA dalam KODE itu artinya kita ngerespon, kiat tau kalo dia ngasih tanda tanda dan kita ngebales isyarat dari mereka.

Nah kembali lagi ke Pemberi Harapan Palsu, banyak juga yang PEKA itu sebagai PHP. Gini gini biar enggak bingung, kalo seumpama dia PEKA kan berarti dia ngebales KODE kita atau perasaan kita tapi ternyata dia enggak ada rasa sama kita jadi intinya PEKA itu enggak selalu jadi isyarat dia ada perasaan juga sama kita. Hati hati ya buat para Riders sekalian. Dia PEKA tapi dia enggak ada rasa itu yang dinamakan PHP. Paham enggak? Beginilah kisah cinta anak muda jaman sekarang, dipenuhi dengan bahasa bahasa yang katanya Gaul tapi mah malah ribet. Haha J itu aja dari Ride.

Jadi buat para Riders sekalian, pesen dari Ride jangan pernah ngasih harapan atau berharap pada hati hati siapa pun itu. Oh iya, khusus yang berharap usahakanlah kalian berharap pada tempatnya, Ya berharaplah pada Allah, sang pencipta. Bener enggak guys.

Surabaya, 03 november 2013
Risky Devitasari as Ride

Catatan Riders



selamat berjuang dengan cinta cinta kalian

Masih seputar masalah cinta. Yaah Cinta, dia kadang ngebuat kita serasa terbang dan berada dilangit ketujuh dengan menggunakan sayap sayapnya hingga kadang kita sampai lupa kalau sebenarnya kita lagi dibumi, nginjakin kedua kaki di tanah. Oh cinta, indahnya kau. Eits, tapi Cinta juga kadang bisa ngebuat kita nangis tujuh hari tujuh malem enggak berhenti henti, iih kedengerannya miris banget ya. Tapi itulah kenyataannya, dia bisa ngebuat kita jadi manusia paling kuat dimuka bumi ini namun terkadang dia juga bisa ngebuat kita menjadi manusia paling rapuh didunnia ini, haha bahasanya terlalu puitis ya.

Oke sob, kalo bicara soal cinta mah enggak aka nada kelarnya. Bener enggak? Pasti bener kan sob. Para Riders sendiri pasti juga udah ngerasain gimana rasanya Jatuh Cinta, kalo kata lagu sih “Jatuh Cinta itu berjuta rasanya”. Kalo dipikir piker ya emang bener. Saat jatuh cinta dunia kerasa indah banget, makan kerupuk sama nasi aja kayak udah makan paha daging ayam kalo lagi jatuh cinta. Iyakan? Ngaku deh para Riders semua. Dan semuanya akan menjadi tambah indah saat rasa kita terbalaskan, bahasa gaulnya mah enggak bertepuk sebelah tangan gitu. Artinya ya dia juga punya rasa yang sama, dia juga suka atau cinta pada para Riders. Emm indah banget deh rasanya. Setiap waktu ngebayangin wajah dia, senyum senyum sendiri kalo liat sms dari dia, ketawa kalo lagi telfonan sama doi. Udah deh kalo jatuh cinta mah dunia kerasa jadi milik berdua. ciee..

Hemm dalam cinta memang indah kalo dia terbalas tapi guys, cinta itu sakit kalo bertepuk sebelah tangan. Artinya ya  Cuma para Riders aja yang cinta doi tapi doi enggak ada rasa sama sekali sama para Riders. Sedih kan, yaah memang sedih rasanya. Mengharapkan seseorang yang enggak punya ada rasa sama kita, itu sakit sob. Ehemm, mendalami banget ya bahasanya. Maklumlah, cinta Ride juga pernah enggak terbalas lho. Kalo enggak terbalas ya sudah mungkin dia bukan buat kita, kalo enggak terbalas juga jangan pernah ngelakuin hal hal aneh yang nantinya malah bikin harga diri para Riders turun hanya karena pengen jadi seperti yang dia mau agar doi bisa punya rasa yang sama kayak para Riders. Hmm hindari ya guys. Kalo bisa sih, seandainya para Riders udah tau kalo cintanya bertepuk sebelah tangan sebaiknya menghentikan rasa dan mulai mencari incaran lagi. Haha   boleh sih kita bertahan pada orang yang sama, boleh juga kita berjuang ngedapetin hatinya tapi kalo dari awal udah tau dia enggak cinta sebaiknya dihindari deh.  Tapi tenang bagi para Riders yang cintanya enggak terbalas, masih banyak diluar sana doi doi yang bisa mencintai para Riders dengan tulus. Buat para Riders jangan pernah patah semangat atau sedih berkepanjangan karena cinta ya.

Semanagat deh.. Oke para Riders..

Nah intinya, cinta itu kadang indah kadang luka guys. Tinggal bagaimana cara kita menyikapinya. Oke guys, selamat berjuang dengan cinta cinta kalian.
                                                         
Surabaya, 03 november 2013
Risky Devitasari as RIDE

Senja, kau dimana?




Senja, kau dimana?
Aku mencarimu kemana – mana.
Tapi tetap saja, kau tak ada.
Senja, kau dimana?
Aku ingin bercerita.
Tentang semua duka, tentang semua luka.
Kau dimana?
Nampakkan dirimu senja.
Temui dan temani aku senja.
Hapuskan hati yang terluka.
Karena aku tak sanggup sudah.
Senja, kau dimana?

Debu





Aku..
Aku hanya seberkas debu
Terbang bebas
Melayang tiada berbatas
Aku hanya debu berhamburan
Tak bernilai
Tak berharga
Hanya bisa mengotori
Hanya dapat membuat penyakit
Tak ada ruang untuk aku singgah
Terusir aku selalu
Seakan aku tak dianggap
Tapi aku
Aku memang sebersit debu
Beri aku sedikit ruang
Untukku berhenti sejenak
Menyelaraskan segalanya yang ada dalam aku

MbM


MbM ever!

                Jam menunjukkan pukul 14.00 waktu Indonesia bagian barat, bel sekolah pun telah berbunyi. Semua siswa pun berebut  untuk keluar kelas dengan rapi, ada yang berlarian, ada yang berjalan lambat dan ada pula yang masih enggan melangkahkan kaki meninggalkan kelas bercat merah muda ini. Semua teman-teman sekelasku sudah meninggalkan kelas hanya tertinggal beberapa anak saja. Sebelum beranjak pergi aku pun berberes dan membenahi buku-buku serta alat tulisku yang masih berserakkan diatas bangku kayu bercat coklat.
                Setelah membereskan semua perkakas, aku pun segera pergi meninggalkan kelasku. Disaat aku mulai beranjak pergi  aku melihat beberapa anak menghampiriku dan segera mengajak aku untuk pergi. Mereka adalah teman-teman terdekatku, teman yang paling bisa mengerti aku. Nama mereka adalah Tita, bunga, dan Erlita.
                “ risky ayo kita ke ruang dua ! ”, kata salah satu temanku.
“iya ayo kita kesana”,  sahutku. Aku pun segera keluar kelas dan menuju kelas bernomer ruang satu yang terletak didekat kantin. Kami berempat berjalan sejajar dengan langkah yang sama seperti mau melakukan gerak jalan haha lucu..
                Setibanya di ruang satu kami segera menuju bangku teman-teman kami yang lain. Mereka adalah Bunga, Rani, dan Chindy. Mereka juga teman dekatku, kita terdiri dari tujuh gadis beranjak remaja yang dipersatukan oleh Tuhan untuk menjadi satu.
“ ayo kita segera keruang empat belas, kita udah ditunggu lho disana, ayo cepat cepat ! ” Setelah kami berkumpul, kami segera melangkah ruang nomor 14 untuk mengikuti ekstra kulikuler bridge sambil bergurau-gurau kecil. Ditengah jalan kami bertemu dengan guru ekskul kami yang bernama Sentot, Sentot Brahmantyo tepatnya. Akhirnya kami berdelapan berjalan bersama menuju ruang 14.
                Diruang 14 sudah ada banyak anak lain yang juga mengikuti ekskul bridge ini. Pada waktu pembelajaran dimulai semuanya diam mendengarkan. Ditengah tengah ekstra berlangsung Pak Sentot memberitaukan bahwa pada hari Sabtu besok ada turnamen di kota Jember dan kami diberi kesempatan untuk mengikuti tournament tersebut. Yeah… aku dan teman-teman sangat bergembira memdengar kabar itu. Selain bisa menguji kemampuan kita juga bisa liburan bersama, liburannya keluar kota pula. Karena keasyikkan main, kita sampai-sampai enggak ngerasa kalo waktunya udah selesai dan saatnya kita pulang.
                Keesokkan harinya aku dan teman teman asyik bercengkramah membicarakan tentang lomba  di luar kota nanti. Kita sangat antusias menyambutnya, sampai-sampai kita udah nggak sabar buat nunggu harinya. Hari demi hari pun berganti, sekarang adalah hari Jum’at dimana hari ini adalah puncak penantianku yang panjang karena besok aku akan berangkat. Yeyeye seneng banget deh rasanya.
                “ akhirnya hari ini dating juga, senangnya hati ini ”, kataku dengan nada yang sangat bersemangat.
                Pagi telah tiba, ayam jago pun telah berkokok. Sang mentari juga telah menebarkan senyumannya. Aku bangun dengan hati ceria meski pun bangunku agak kesiangan karena kemaren malam aku sibuk begadang. Siangku aku isi dengan menyiapkan barang yang akan aku bawa nanti hingga tibalah soreku.  Semuanya telah siap, aku pun bergegas menuju tempat berkumpul yang telah ditentukan. Sesampainya disana ternyata teman temanku sudah banyak yang dating kecuali satu temanku Binuri. Hmm dia emang ratunya telat, telatnya ngalah ngalahin aku. Oh iya, disini enggak ada Erlita karena Erlita enggak mau ikutan. Dia kan masih baru ikut ekskulnya jadi dia ngerasa dia belum siap. Setelah lama ditunggu Binuri pun datang dan akhirnya kita semua berangkat.
                Tujuh jam sudah aku lewati didalam mobil travel, rasanya capek banget. Aku pun sempat tertidur sebentar  hingga akhirnya aku dan rombongan sampai pada satu penginapan yang bernama Safari Hotel. Kami bermalam disana. Keesokkan harinya kami bersiap siap meluncur menuju tempat diselenggarakannya lomba. Disana banyak sekali terdapat peserta peserta dari berbagai kota lainnya. Hmm kami sempat gundah ketika melihat peserta peserta yang lain. Lomba pun dimulai, semua berkonsentrasi pada mejanya sendiri sendiri termasuk aku. Ditengah tengah lomba ada sedikit waktu istirahat, waktu yang sedikit itu kami gunakan untuk menikmati santapan siang. Setelah jam istirahat berakhir kami langsung melanjutka permainan ke sesi berikutnya. Sesi demi sesi kami mainkan, kursi demi kursi kami duduki hingga berakhirlah sudah lomba ini. Pengumuman pun disampaikan, kami berharap diantara kami ada yang juara tetapi takdir berkehendak lain tak seorangpun dari kami yang menjadi juara. Kami pun pulang ke penginapan.
                Keesokkan harinya, kami  diberi waktu untuk berlibur disalah satu objek wisata di kota Jember ini dan kami memilih pantai Watu Ulo yang menjadi tujuan kami. Kami pun lantas berangkat kesana. Setibanya di Watu Ulo kami sangat terpukau dengan keindahan pemandangannya yang menakjubkan. Kami segera bergegas turun kepantainya, dari awalnya yang enggak ada niat untuk berbasah basahan sama sekali tapi setelah merasakan liukkan ombaknya niat pun berganti. Kami bermain basah basahan, berfoto foto, berjalan jalan menyisiri pantai, hingga bermain dengan butiran pasir. Kami menghabiskan  hari itu dengan penuh tawa hingga tak terasa senja telah dating. Kami pun harus menyudahi semuanya dan bergegas pulang kembali menuju kota asal kami, Surabaya. Sungguh indah saat saat itu, akan selalu terkenang dalam kalbu.

Wednesday, 27 February 2013

Materi

SELECT DISTINCT
    Perintah DISTINCT digunakan untuk menampilkan data satu diantara data yang sama Syntaxnya.
          SELECT DISTINCT nama_kolom  FROM nama_tabel
       contoh :
     Jika data dalam tabel seperti ini

           SELECT DISTINCT Alamat FROM siswa;
maka hanya akan menampilkan :








SELECT AS
    Perintah AS digunakan sebagai alias atau kata pengganti dari nama kolom atau tabel, Syntaxnya :
          SELECT nama_kolom [As alias] FROM nama_tabel [AS alias]
       contoh :
          SELECT nama AS namanya FROM siswa

Pengurutan nama dengan ORDER BY
    Data yang ditampilkan dengan perintah SELECT dapat diurutkan datanya dari kecil ke besar (ASC) atau dari besar ke kecil (DESC) atau atau juga secara acak (RAND). Syntaxnya :
          SELECT nama_kolom1, nama_kolom2, ..., nama_kolomN FROM nama_tabel
          ORDER BY nama_kolom ASC|DESC|RAND()
       Contoh :
SELECT * FROM siswa ORDER BY nama ASC
SELECT nama FROM siswa ORDER BY tanggal DESC
SELECT nama, alamat FROM siswa ORDER BY RAND()

Pengelompokkan data dengan GROUP BY
    Pengelompokkan data biasanya digabung dengan fungsi Agregate, macam macam fungsi Agregate :
MIN : untuk mencari data minimal
MAX : untuk mencari data maksimal
SUM : untuk mencari hasil penjumlahan data
COUNT : untuk mencari jumlah banyaknya data
AVG : untuk mencari nilai rata-rata
        Syntax :
          SELECT nama_kolom, fungsi Agregat (nama_kolom) FROM nama_tabel WHERE nama_kolom Operator nilai GROUP BY nama_kolom
        Contoh :
SELECT customer, SUM(harga) FROM pemesanan GROUP BY customer

Klausa HAVING
    HAVING ditambahkan pada SQL karena keyword WHERE tidak bisa digunakan dengan fungsi Agregate. Syntax HAVING :
          SELECT nama_kolom, fungsi_agregate (nama_kolom) FROM nama_tabel WHERE nama_kolom Operator nilai GROUP BY nama_kolom HAVING fungsi_Agregate (nama_kolom) Operator nilai
     Contooh :
SELECT customer, SUM (harga) FROM pemesanan GROUP BY customer HAVING SUM (harga) < 20000

Membatasi data yang ditampilkan
    Untuk membatasi data yang ditampilkan dari hasil query bisa menggunakan LIMIT. Syntax LIMIT : 
SELECT nama_kolom FROM nama_tabel LIMIT data_asal, jumlah_data
       Contoh :
SELECT * FROM  siswa LIMIT 0,3
SELECT nama FROM siswa LIMIT 3,3

Thursday, 8 November 2012

100 Hari


Dear,
Hari ini adalah seratus hari berakhirnya hubunganku dengan dia yang disana. Mungkin kalian menganggapku bodoh ataupun tolol karena aku menghitung jumlah hari berakhirnya hubunganku tetapi bagiku ini semua adalah hal yang perlu diperhitungkan. Seratus hari ini aku menjalani hidup sendiri tanpa didampingi dia dan rasanya itu sepi, sunyi serta sakit. Hari demi hari aku lewati sendiri tanpa dia bersamaku.

Seratus hari, mungkin bagi kalian seratus hari adalah waktu yang cukup singkat tetapi bagiku berbeda. Bagiku seratus hari ini adalah waktu yang sangat lama, hari-hari terasa berjalan perlahan menahanku dalam lembah kesedihan. Kesendirianku membuatku merasa tertekan, hati dan jiwaku kosong. Ini semua berbeda sangat berbeda dengan hari-hari dulu, dimana aku menjalani setiap hari dengan ceria, canda tawa bersama dia, dan dengan semangat yang tinggi. Tapi sekarang semuanya berbeda, tak pernah aku dapat ceria seperti dulu, tak ada canda tawa diantara kami dan aku tidak memiliki semangat untuk menjalani hari-hariku.

Tuhan, aku sudah mengerahkan semua kekuatanku untuk bisa melewati ini semua. Aku sudah berusaha untuk tersenyum walau senyumku tak seindah dulu. Sekarang sudah seratus hari aku tanpanya Tuhan tetapi mengapa aku masih tidak dapat melupakan dia, mengapa aku tidak bisa membuang perasaan sayangku ke dia dan mengapa aku tidak bisa menghapus setiap kenangan saat-saat bersama dia. Mengapa Tuhan? Mengapa? Aku sudah lelah merasakan ini semua. Aku sudah lelah  dengan perasaan sayangku, dengan rasa cemburuku setiap dia dekat dengan cewek lain dan aku sudah lelah  dengan semuanya. Kapan aku bisa bebas dari perasaanku padanya? Kapan aku bisa terlepas dari rasa cemburuku? Sadarkan aku Tuhan, sadarkan aku bahwa dia bukan milikku lagi dan dia tidak akan pernah menjadi milikku.

Aku tidak bisa menikmati setiap detik dengan bahagia. Ini sangat bertolak belakang sekali dengan dahulu dimana aku selalu menikmati setiap detikku dengan senang karena dia selalu menemaniku. Aku bahagia ketika bersama dia tapi sekarang aku tidak bahagia karena sekarang aku tidak bisa bersama-sama dia lagi. Andai dia tahu, aku menyayanginya sampai detik ini aku merindukannya sampai saat ini. Andai dia tahu, aku tersiksa dengan keadaan ini. Aku mencoba tegar menutupi semua duka yang aku rasakan dengan senyuman palsuku, dengan tawa keringku. Memasang wajah ceria meski dalam hati duka. Sampai saat ini hatiku masih saja hampa, aku tidak tahu kenapa seperti ini padahal sudah seratus hari kejadian itu di gilas waktu.

Oh Tuhan, andai waktu bisa di putar kembali aku akan memperbaiki semuanya dan berusaha menjadi yang terbaik. Akan aku pastikan aku tidak akan membuat kesalahan seperti itu lagi, aku tidak akan melakukan kesalahan yang aku lakukan dulu. Tapi semuanya tidak akan bisa karena waktu tidak bisa di putar lagi kemasa lalu, waktu tidak akan bisa kembali kemasa dulu. Sebesar apapun usaha yang aku kerahkan tak kan mampu memutar waktu.

Kini yang ada tinggal penyesalan, penyesalan yang teramat dalam. Penyesalan yang mungkin akan aku kenang seumur hidupku. Inilah hidup, penyesalan selalu datang dibelakang. Aku sudah mencoba untuk tidak menyesali apa yang sudah terjadi tetapi penyesalan ini teramat dalam hingga aku tidak bisa untuk tidak menyesali ini semua. Penyesalan ini membuatku terpuruk dalam kesalahan.

Oh Tuhan, seratus hari ini sudah banyak cerita yang aku ukir, sudah banyak kebodohan yang aku lakukan. Terkadang aku melakukan sesuatu hal tanpa memikirkan apa akibatnya nanti, apakah itu akan membuat aku sedikit bahagia ataukah malah membut aku semakin terpuruk dalam sayatan luka. Sering aku melakukan sesuatu dengan hanya menggunakan nafsuku bukan akalku. Pernah juga aku menghalalkan segala cara hanya untuk sekedar membuat hati bahagia tapi yang terjadi malah kesakitan. Aku mungkin memang bodoh. Aku ceroboh dan egois. Sesekali waktu yang bisa ku lakukan hanyalah merenung. Ya merenung adalah salah satu cara agar aku bisa mengintropeksi diri ini. Dalam renunganku selalu saja ada pertikaian antara hati dan fikiranku. Dan aku sering dibuat bingung dengan semua itu.

Tuhanku, sudah seratus hari ini aku sendiri tanpa dia. Seratus hari ini hamba berjuang sendiri tanpa ada penyemangat. Tuhan, aku ingin memperbaiki semua yang ada. Aku ingin menjadikan semua ini sebagai acuan agar aku tidak salah di kemudian hari. Aku ingin merubah yang ada sekarang. Bantu aku Tuhan. Aku yakin aku pasti bisa melewati semua ini. Masih ada seraus hari seratus hari yang lain yang masih menantiku didepan sana. Aku harus kuat aku harus tegar.

Aku bisa. Ya.. aku bisa. Tapi kenapa di setiap aku bertemu dengan dia aku lemah kembali? Sungguh tidak mudah bagiku, rasanya tak ingin bernafas lagi saat bertemu dengan dia. Sungguh sakit hati ini melawan cinta yang ada di hati. Setiap bertemu selalu saja mataku tidak berani untuk menatap matanya, bagaimana bisa aku menatap matanya jikalau untuk menatap wajahnya saja aku sudah tidak berani. Tertunduk aku saat dia ada. Entah mengapa takut menatapnya, mungkin karena aku tidak ingin membayangkan sesuatu yang tidak mungkin terjadi. Jantungku serasa ingin copot karena sangking cepatnya berdetak. Aku tidak tau mengapa semua hal itu terjadi saat dia ada, jauh ataupun dekat jaraknya dengan keberadaanku. Padahal dalam hati ini ingin sekali melihat, menatap dan mengagumi wajahnya tapi apalah dayaku. Ketauhilah aku sangat ini saling bertatap muka dengannya, aku ingin mata kita saling memandang merasakan apa yang kita rasakan.

Sela-sela tanganku kini selalu kosong tidak seperti dahulu ketika dia mengisikan jari-jari tangannya diantara sela tanganku, mengenggam erat seolah tak ingin kehilangan aku. Selalu bergandengan seolah kita tidak ingin terpisah. Aku rindu masa-masa itu masa dimana saat dia mencubit pipiku, membelai rambutku, mengelus jari-jariku dan memandang wajahku dengan senyuman indahnya. Sudah seratus hari itu semua tidak bisa aku nikmati. Tidak ada lagi yang mencubit pipiku, membelai rambutku mengelus jari-jariku dan memandang wajahku seperti dulu. Tidak ada, kalau pun ada rasanya berbeda tidak seperti ketika dia yang melakukannya.

Sayang, aku rindu kamu. Tahukah kamu apa sekarang yang sedang aku rasakan? Sekarang aku sedang mencoba melawan kerinduanku terhadapmu. Apakah kamu juga merindukanku disana? Ataukah kamu malah merindukan sesosok wanita lain? Jika iya, semakin hancurlah perasaanku ini. Tapi tak mengapa kamu merindukanku atau tidak, aku selalu merindukanmu. Tuhan tolong aku, kuatkan aku. Sekarang yang terbaik adalah menyadarkan diri bahwa dia bukan milikku lagi, dengan begitu mungkin rasaku bisa sedikit mengelupas. Semoga saja.

                Hari ini dua minggu sudah kita tidak bertemu, dua puluh hari kita tidak berhubungan ataupun berkomunikasi teranglah jika aku teramat merindukanmu. Rindu ini membuat aku gila. Inginku bertemu denganmu tapi mungkin kamu tidak ingin menemuiku. Mungkin terlalu besar kesalahan yang aku lakukan padamu hingga kamu membenci aku sampai sekarang. Apakah tidak ada secuil maaf untukku? Apakah sudah tertutup pintu maafmu untukku? Apakah kamu tidak memberiku kesempatan untuk merubah ini semua? Apaka, apakah dan apakah? Aku hanya bisa bertanya-tanya dalam angan.

Hmm.. mungkin ini memang sudah menjadi takdir hidup yang harus aku jalani untuk mendewasakan diri. Badai pasti berlalu, ingat itu. Relakan dia, ikhlaskan dia pergi. Terimalah kenyataan yang ada, jangan menangisi dan menyesali apa pun yang terjadi sekarang. Belajarlah dari kesalahan yang kemaren-kemaren. Jalanmu masih panjang jangan kamu gunakan untuk menyesali apa yang sudah terjadi, sadarlah semua sudah terjadi dan tidak akan pernah bisa kembali seperti dahulu. Jangan sia-siakan waktumu hanya untuk memikirkan semua ini, masih banyak hal-hal yang perlu difikirkan selain hal ini. Ini hanya cobaan kecil untukmu, kamu pasti bisa melewati ini. Sabar, ikhlas dan tawakal. Tuhan selalu ada kok buat aku.

Di seratus hari ini jika aku boleh berharap dan meminta, aku akan meminta agar aku bisa berteman lagi dengan dia. Meskipun hanya berteman tetapi aku sudah sangat bahagia. Aku ingin berteman dengan dia tidak seperti sekarang saling berjauhan, seperti orang yang tidak saling mengenal. Tuhan jadikanlah kami teman kembali, hanya sebatas teman Tuhan. Aku rela. Jangan seperti ini terus, aku capek. Di seratus hari ini pula aku berharap jika memang aku dan dia tidak bisa bersatu kembali Tuhan menghapuskan rasa sayangku, rasa cemburuku, dan rasa rinduku padanya agar aku bisa menikmati hariku dengan bahagia kembali. Amin. Terimakasih Tuhan.

Ini kisah seratus hariku, seratus hari tanpa dia.

Semoga kamu bahagia tanpa aku disampingmu lagi sayang, aku akan bahagia jika kamu bahagia meski itu tidak mungkin karena aku sedih tanpamu. Semoga juga kamu menemukan yang lebih baik dari aku, amin. Ketahuilah sayang, aku mencintaimu benar-benar mencintaimu. Jujur dalam hati kecilku aku masih berharap menjadi kekasihmu lagi, berharap menjadi milikmu lagi. Hmm.. tapi aku sadar itu tidak akan terjadi. Someday, jika kamu menemukan seseorang yang lain yang lebih baik dari aku tolong jangan lupakan aku ya sayang, ingat aku, kenanglah aku selalu. Aku Risky Devitasari yang dulu pernah mengisi hari-harimu. Oh ya terimakasih ya karena kamu telah mengajarkan banyak arti kehidupan buat aku. Terimakasih juga karena kamu pernah mengisi hari-hariku. Maaf jika aku ada salah dan maaf karena aku membosankan. Terimakasih.



                                                                                                                  Surabaya, 03 November 2012
Salam rindu, Risky Devitasari.