Friday, 7 February 2014

Sebatas Pertemanan


Kita hanya Teman


Hari ini aku ke salah satu sekolah menengah kejuruan yang terkenal di kotaku, SMK Negeri 1 Surabaya. Alasanku mengunnjungi tempat ini adalah untuk mendukung salah seorang teman yang mengikuti Olimpiade Skill. Namanya Faizal Nur Rozi. Dia mengikuti lomba dengan kategori Web Design dan mendapat nomor peserta 13, angka yang disebut sebut sebagai angka keramat. Bukan hanya aku saja yang mengunjungi sekolah bersejarah ini, melainkan teman-teman sekelas yang juga ingin memberi dukungan moril.

Pagi berlalu, aku berangkat di jemput oleh Arindya Ragil, anak tergopoh dikelas. Dia memakai Jaket Biru, Helm Putih, Celana Hitam dengan bentuk pensil, Tas ransel berwarnaCoklat dan Sepatu Hitam. Lalu kami ke sekolah untuk menunggu teman yang lain, Riris Lukitasari, dia mengendarai Beat Injeksi Hitam, Baju Merah, Sweater Hijau, Celana Biru, Sepatu Coklat, Tas Coklat sama Helm Hitam. Selang beberapa lama, dia datang dan kami lalu berangkat. Sesampainya disana, kami tidak tau mau parkir dimana, karena memang ini adalah kunjungan pertama kami di SMKN 1 ini. Dengan bermodal nekat, kamipun memasuki gerbang. Menjalankan motor ke area parkir. Namun seorang security menghentikan kami. Dia bertanya tujuan dan alasan. Kami pun berucap ingin mendukung teman, lambat laun setelah terjadi perbincangan akhirnya diperbolehkan masuk. 

Setelah memarkir sepeda, kami melangkahkan kaki masuk ke arah bangunan dan mencari ruang D104 yang merupakan tempat lomba berlangsung. Namun, karena kami tidak mengetahui dimana letak ruangan tersebut, kami pun berhenti dan bertanya kepada salah satu siswa yang kebetulan lewat. Sewaktu sudah sampai tempatnya ternyata ruangan tersebut tertutup terkuci rapat, hingga kami memutuskan untuk berjalan jalan mengitari kantin sembari mencari makanan pengganjal lapar. Mondar mandir dari ujung ke ujung kantin tapi ternyata tak ada satu pun yang menarik untuk dibeli. Kmsi pun ke lorong sekolah yang ternyata disitu juga menyediakan berbagai macam makanan dan minuman, ragil membeli segelas milk sedang aku dengana riris tertarik untuk membeli segelas milo dingin. Sesudah membeli, kembalilah ketempat. 

Sesampainya didepan ruangan D104, datanglah Arvin, lutfi sama Dia*yang tidak boleh disebutkan namanya*. Aku sungguh tidak tau bagaimana perasaanku saat itu, antara bahagia, gugup, dan jengkel. Sempat terpikir dalam benakku "Mengapa dia datang kesini? Apa untuk menancapkan luka lagi? Atau sekedar bermaind dengan perasaanku?". Tapi satu statement yang membuatku sadar "Kita hanya teman, kita semua berteman". Yah, statement yang sebenarnya merontokkan hatiku kala itu. Tak lama kemudian Arvin dan Dia*yang tidak boleh disebutkan namanya* pamit entah kemana. Cukup lama mereka pergi, hingga kemudian datang membawa Tommy berserta temannya. Tetapi Dia*yang tidak boleh disebutkan namanya* nya hilang, temannya memberitahu bahwa Dia sedang memarkir sepeda Tommy. Yah memang, sehabis itu Dia kembali. Tak lama, datanglah Petrus. Entah apa yang terjadi disana tadi, ccukup membuatku berolahraga jantung hari ini. Sempet turun hujan namun tak lama reda. Pulangnya kami memutuskan untuk mampir ke KFC DIPONEGORO sekedar membeli Tropicalfloat, lalu pulang.


Surabaya, 12 November 2013

(Me)-Nulis



"Aku tak peduli..."


          Kalau sudah seperti ini, aku bisanya hanya tulis, nulis dan menulis. Entah itu bagus atau jelek. Entah itu masuk akal atau diluar nalar. Entah itu bisa dipahami atau hanya sekedar dimengerti. Aku tidaak peduli, yang terpenting aku menulis, karena menulis adalah duniaku. Dunia yang selama ini bisa mengerti aku. Dunia yang selalu ada bagaimanapun keadaanku. Dunia yang selalu penuh dengan pengertian. Mungkin bagi kalian ini aneh, ini gila. Iya aneh, iya gila. Yah memang gitu. Tapi aku suka menulis, semuanya bisa aku ceritakan disana, dari cerita terindah hingga cerita terperih yang pernah aku alami. Mungkin setiap hari aku menulis, entah satu paragraph atau beberapa paragfraf untuk menceritakan kejadian kejadian yang aku alami hari itu. Agar tidak lupa, agar bisa dikenang. Lalu apabila lagi nganggur nganggur, aku biasa membaca tulisan tulisanku tadi. Rasanya seru, saat membaca cerita bahagia rasanya senang sekali sampai sampai ingin kembali ke masa itu tapi tat kala sudah membaca cerita yang sedih, hmm sudah deh kadang nih air mata menetes sendiri, lari lari maksa inginn keluar dari mata. Kalau sudah gitu biasanya berhenti membaca dulu, nmelanjutkan tangisan, baru nanti mambaca lagi tapi kadang membaca sambil nangis sih. Haha

          Aku suka menulis, menulis apa pun itu. Menulis tentang aku, dia atau mereka. Aku suka. Setiap apa yang terjadi denganku dan mereka selalu menjadi inspirasi. Apalagi setiap yang ada pada dia, jadi inspirasi sekali. Hal kecil yang ada pada dia kadang aku ceritakan melalui tulisan tulisan mungil ini. Meski kalau hanya menulis tidak ada yang memberi komentar, solusi atau kritik saran tapi kalau habis menulis itu rasanya lega. Kayak habis cerita sama sahabat sendiri. Itu bagiku sih, aku tidak tau kalau bagimu, bagi dia, atau bagi meraka. Jadi, semoga aku bisa selalu menulis cerita ceritaku, selalu. Amin.


Surabaya, 12 november 2013

Purnama


Kepada Purnama

Teruntuk Purnamaku, yang entah dimana.
Wahai Purnama, aku merindumu.
Esok, sekarang atau hari lalu.
Aku masih merindumu.
Merindu celotehmu yang lucu.
Merindu tawamu yang menyejukkan kalbu.
Merindu dekapanmu yang menghangatkanku.
Merindu setiap apa yang ada padamu.
Aku merindunya, purnama.
Dimana kita berjalan bersama.
Bergandengan tangan mesra.
Berhenti mengistirahatkan langkah.
Duduk berdua ditaman kota.
Dan kita saling bertatap mata.
Aku merindunya, purnama.

Surabaya, 03 november 2013



Friday, 24 January 2014

Pemberi Harapan Palsu



Maka berharaplah pada tempatNya

Selamat malam para Riders semua, gimana nih kabar kalian? Semoga baik baik ya dan tetap diselimuti kebahagiaan, kesehatan dan kedamaian. Amin deh.

Gini, sekarang kan lagi musimnya Pemberi Harapan Palsu  tuh gimana kalo sekarang kita bahas itu. Setuju? Setuju aja ya, keren plus seru lho gyus, lagi booming soalnya. Pemberi Harapan Palsu yang biasanya para anak muda jaman sekarang nyebutnya PHP, biar kece katanya. Haha PHP itu sebenernya enggak ada lho para Riders kalo seumpama enggak ada yang berharap, bener enggak? Trus PHP juag enggak ada kalo enggak ada yang ngasih harapan. Hehe ribet ya. Tapi ya itu, emang gitu. Coba deh bayangin kalo seumpama ada yang ngasih harapan ke para Riders sekalian tapi para Riders enggak nanggepin itu atau enggak terlalu naruh harepan yang besar apa mungkin itu akan menghasilkan kata yang disebut PHP, enggak kan? Ada juga nih, kalo seumpama dia enggak ngasih harapan misalnya, misalnya lho para Riders. Tapi para Riders nanggepin harapannya itu dan akhirnya menjadikan para Riders berharap terlalu tinggi tentang hubungan kalian. Apa itu juga bisa dikategorikan sebagai Pemberi Harapan Palsu? Enggak dong.

Emang ya jaman sekarang itu keliatannya makin ribet aja urusannya. Dalam PHP jua ada kata yang sering banget dikatakan anak anak. Hmm itu adalah PEKA dan KODE. Ada yang tau? Okedeh, Ride jelasin aja satu persatu. Gini, pertama kita bahas KODE dulu aja ya. KODE adalah petunjuk atau isyarat isyarat yang diberikan sama orang yang suka, naksir sama kalian. Entah itu berupa perhatian, ngupdate-in status di facebook, twitter dan media social lainnya buat kalian atau bahkan ungkapan kata kata secara langsung. KODE mengartikan bahwa dia suka sama kita dan dia berharap kita membalasnya. Ehh ketemu dengan kata berharap lagi. J haha itu KODE, beda lagi sama PEKA. Sini Ride jelasin PEKA emang beda sama KODE tapi mereka saling berhubungan kok. PEKA dalam KODE itu artinya kita ngerespon, kiat tau kalo dia ngasih tanda tanda dan kita ngebales isyarat dari mereka.

Nah kembali lagi ke Pemberi Harapan Palsu, banyak juga yang PEKA itu sebagai PHP. Gini gini biar enggak bingung, kalo seumpama dia PEKA kan berarti dia ngebales KODE kita atau perasaan kita tapi ternyata dia enggak ada rasa sama kita jadi intinya PEKA itu enggak selalu jadi isyarat dia ada perasaan juga sama kita. Hati hati ya buat para Riders sekalian. Dia PEKA tapi dia enggak ada rasa itu yang dinamakan PHP. Paham enggak? Beginilah kisah cinta anak muda jaman sekarang, dipenuhi dengan bahasa bahasa yang katanya Gaul tapi mah malah ribet. Haha J itu aja dari Ride.

Jadi buat para Riders sekalian, pesen dari Ride jangan pernah ngasih harapan atau berharap pada hati hati siapa pun itu. Oh iya, khusus yang berharap usahakanlah kalian berharap pada tempatnya, Ya berharaplah pada Allah, sang pencipta. Bener enggak guys.

Surabaya, 03 november 2013
Risky Devitasari as Ride

Catatan Riders



selamat berjuang dengan cinta cinta kalian

Masih seputar masalah cinta. Yaah Cinta, dia kadang ngebuat kita serasa terbang dan berada dilangit ketujuh dengan menggunakan sayap sayapnya hingga kadang kita sampai lupa kalau sebenarnya kita lagi dibumi, nginjakin kedua kaki di tanah. Oh cinta, indahnya kau. Eits, tapi Cinta juga kadang bisa ngebuat kita nangis tujuh hari tujuh malem enggak berhenti henti, iih kedengerannya miris banget ya. Tapi itulah kenyataannya, dia bisa ngebuat kita jadi manusia paling kuat dimuka bumi ini namun terkadang dia juga bisa ngebuat kita menjadi manusia paling rapuh didunnia ini, haha bahasanya terlalu puitis ya.

Oke sob, kalo bicara soal cinta mah enggak aka nada kelarnya. Bener enggak? Pasti bener kan sob. Para Riders sendiri pasti juga udah ngerasain gimana rasanya Jatuh Cinta, kalo kata lagu sih “Jatuh Cinta itu berjuta rasanya”. Kalo dipikir piker ya emang bener. Saat jatuh cinta dunia kerasa indah banget, makan kerupuk sama nasi aja kayak udah makan paha daging ayam kalo lagi jatuh cinta. Iyakan? Ngaku deh para Riders semua. Dan semuanya akan menjadi tambah indah saat rasa kita terbalaskan, bahasa gaulnya mah enggak bertepuk sebelah tangan gitu. Artinya ya dia juga punya rasa yang sama, dia juga suka atau cinta pada para Riders. Emm indah banget deh rasanya. Setiap waktu ngebayangin wajah dia, senyum senyum sendiri kalo liat sms dari dia, ketawa kalo lagi telfonan sama doi. Udah deh kalo jatuh cinta mah dunia kerasa jadi milik berdua. ciee..

Hemm dalam cinta memang indah kalo dia terbalas tapi guys, cinta itu sakit kalo bertepuk sebelah tangan. Artinya ya  Cuma para Riders aja yang cinta doi tapi doi enggak ada rasa sama sekali sama para Riders. Sedih kan, yaah memang sedih rasanya. Mengharapkan seseorang yang enggak punya ada rasa sama kita, itu sakit sob. Ehemm, mendalami banget ya bahasanya. Maklumlah, cinta Ride juga pernah enggak terbalas lho. Kalo enggak terbalas ya sudah mungkin dia bukan buat kita, kalo enggak terbalas juga jangan pernah ngelakuin hal hal aneh yang nantinya malah bikin harga diri para Riders turun hanya karena pengen jadi seperti yang dia mau agar doi bisa punya rasa yang sama kayak para Riders. Hmm hindari ya guys. Kalo bisa sih, seandainya para Riders udah tau kalo cintanya bertepuk sebelah tangan sebaiknya menghentikan rasa dan mulai mencari incaran lagi. Haha   boleh sih kita bertahan pada orang yang sama, boleh juga kita berjuang ngedapetin hatinya tapi kalo dari awal udah tau dia enggak cinta sebaiknya dihindari deh.  Tapi tenang bagi para Riders yang cintanya enggak terbalas, masih banyak diluar sana doi doi yang bisa mencintai para Riders dengan tulus. Buat para Riders jangan pernah patah semangat atau sedih berkepanjangan karena cinta ya.

Semanagat deh.. Oke para Riders..

Nah intinya, cinta itu kadang indah kadang luka guys. Tinggal bagaimana cara kita menyikapinya. Oke guys, selamat berjuang dengan cinta cinta kalian.
                                                         
Surabaya, 03 november 2013
Risky Devitasari as RIDE

Senja, kau dimana?




Senja, kau dimana?
Aku mencarimu kemana – mana.
Tapi tetap saja, kau tak ada.
Senja, kau dimana?
Aku ingin bercerita.
Tentang semua duka, tentang semua luka.
Kau dimana?
Nampakkan dirimu senja.
Temui dan temani aku senja.
Hapuskan hati yang terluka.
Karena aku tak sanggup sudah.
Senja, kau dimana?

Debu





Aku..
Aku hanya seberkas debu
Terbang bebas
Melayang tiada berbatas
Aku hanya debu berhamburan
Tak bernilai
Tak berharga
Hanya bisa mengotori
Hanya dapat membuat penyakit
Tak ada ruang untuk aku singgah
Terusir aku selalu
Seakan aku tak dianggap
Tapi aku
Aku memang sebersit debu
Beri aku sedikit ruang
Untukku berhenti sejenak
Menyelaraskan segalanya yang ada dalam aku