
Berjalan ke kanan dan mulai membunuh perasaan secara perlahan.
Seseorang yang tidak menepati perkataannya adalah pendusta bukan, lantas apakah kamu akan menjadi pendusta? Kamu pasti menjawab ‘tidak ingin’ secara gagah. Yaah.. sama sepertimu, aku juga tidak ingin menjadi pendusta atau pengingkar kata. Bakal ada akibat tidak baik pada semua. Aku sangat mengindarinya, meneguhkan diriku atas sebuah kata yang sudah aku ucap.
Tapi ah, aku juga hanya manusia biasa tidak pernah luput dari salah pun dosa. Aku juga manusia. Tuhan menjadi peran utama selanjutnya hati dan pikiran yang berperan. Kamu tau aku hanya manusia biasa, sekali lagi aku tegaskan aku hanya manusia biasa. Kadang lupa, kadang tidak sengaja, dan terkadang biar saja.
Untuk hal kali ini, mungkin aku sudah bisa disebut sebagai pendusta. Mengingkari setiap kata. Tuhan.. maafkan setiap apa yang sudah aku lakukan. Teman, maafkan aku sudah beringkar. Apa yang aku ucap tak sama dengan yang aku kecap. Bukan aku ingin tapi hati berkata lain. Sekarang aku tau apa yang dirasakan para pendusta yang mungkin mereka tidak sengaja.
Ini seperti, kamu berdiri diantara dua jalan yang menyabang. Satu kiri dan satu kekanan. Kamu punya tiga pilihan, bergerak ke kiri, berjalan kekanan atau bahkan berdiri ditempat yang kamu pijaki. Apabila kamu bergerak ke kiri, maka hatimulah yang akan tersakiti. Saat kamu berjalan kekanan, maka hati seseorang yang akan kamu celakakan. Dan jika kamu memilih untuk berdiam ditempatmu berdiri, maka jadinya akan seperti ini, yaah sekarang ini. Tak pasti.
Maka, atas semua yang sudah pernah aku jalani aku lebih memilih berjalan kearah kanan. Memang aku tau itu akan menyakitkan namun aku akan lebih tersakiti lagi saat melihat seseorang lain terlukai oleh apa yang aku lakukan. Apakah bisa disebut bahagia yang sebenarnya saat kamu tertawa lepas sedang ada diantara temanmu terluka parah? Bukan, bukan itu yang aku mau. Yaah aku tau, aku tau apa yang harus aku lakukan.
Untukmu temanku, untuk kita maka aku akan mengarah ke kanan saja.
08 Januari 2016, disayup sayup mataku yang menuntut untuk ditutup
-Riskydevitasari
