Aku tidak pernah menyangka akan seperti ini jadinya. Entah karena sudah terlatih lama, atau mungkin karena jenuh yang selalu datang dengan sendirinya. Tahun baru dibulan pertama ini memberiku banyak arti. Mengubah warna kelam padam dalam hidupku menjadi pelangi yang selalu menerangi meski hujan tak sekalipun mendatangi. Entah semua bermula sejak kapan, aku juga tidak pernah mengetahui. Semua bergulir begitu saja. Tenang, nyaman, dan satu lagi… bahagia.
Satu bulan
kedepan, tepatnya Sembilan belas hari yang akan datang. Aku tidak lagi bocah, aku
tidak boleh lagi manja berlama lama karena sudah disambut oleh kepala dua. Kepala
dua yang membuatku sadar pentingnya mendewasa. Kepala dua yang menuntutku harus
bersegera mewujudkan cita cita menjadi nyata. Dan kepala dua yang menuntunku
menjadi pribadi yang bijaksana.
