Wednesday, 8 June 2016

Biasakanlah hingga Terbiasa



Perasaan cinta tak pernah bisa dengan mudah untuk dihilangkan, terutama bagi mereka yang sudah memberikan seluruh hatinya pada seseorang yang dia cinta. Perasaan cinta, akan tetap selalu ada pada mereka yang tulus mencintai pasangan meski pun sudah ditinggalkan. Perasaan cinta, butuh waktu lama untuk dimusnahkan, butuh waktu yang tidak bisa dipastikan bagi mereka yang telah menerima pasangan dengan kurang dan lebihnya.

Perasaan cinta, perasaan cinta, perasaan cinta.

Cukup bodoh memang bila terlalu mempercayakan segalanya pada seseorang dengan mengatas namakan cinta. Terlalu bodoh, jika masih bertahan meski sudah dikhianati berkali-kali dengan alasan masih mencintainya. Bukankah semua tau, bahwa pada hakikatnya cinta itu indah, cinta itu bahagia. Lantas untuk apa bertahan dengan menahan kesakitan dengan berlindung pada kata cinta?

Beberapa orang diantara kita memutuskan bertahan, menggenggam erat tangan pasangan meski sudah diingkari berkali keli. Beberapa orang dari kita, sampai rela menjadi yang kedua asal bisa tetap bersama dengan orang yang dia cinta. Beberapa orang hingga mau diduakan dengan alasan menerima apadanya orang yang dia cinta. Bodoh memang, bodoh. Bukankah cinta itu tunggal, cinta itu satu. Lantas jika sudah dibagi kebeberapa hati apakah masih bisa disebut cinta? Cinta adalah dua hati yang saling mencinta, bukan tiga hati atau empat hati bahkan lima hati. Itu bukan cinta, itu pembodohan.

Tapi tidak sepenuhnya orang yang masih bertahan dengan menyongsong tinggi kata cinta adalah bodoh. Mungkin saja mereka terllalu baik hatinya. Mungkin juga mereka masih berfikir terlalu lemah. Mereka tidak bodoh, mereka hanya masih belum menyadari arti sebenarnya dari cinta. Dengan mengiyakan setiap perkataan pasangan, menuruti berbagai macam omongan pasangan, mengorbankan dirinya untuk pasangan yang belum tentu mau berkorban untuk dirinya. Mereka bukan tidak bisa, hanya saja belum siap untuk berpisah sehingga rela melakukan itu semua agar teteap bisa bersama.

Coba pikirkan lagi. Apa yang seperti itu masih bisa disebut cinta? Apa yang seperti itu masih patut untuk dipertahankan? Entahlah, semua kembali pada diri sendiri dan kesiapan hati.


Coba biasakanlah agar bisa terbiasa dengan sendirinya.

4 comments

Kalo boleh saran dan gausah terlalu di seriusin ky wkwkwk

untuk kata " CINTA " boleh bisa diartikan kata umum :)


maaf bukan juga bermaksud mengguru-i :D

enggak semua yang tertulis disini itu tentang aku ky, kadang suka ngambil dari teman ato orang lain seh. hehe

wkwk iya nggak apa ky, maaf diterima. :)