Perasaan cinta tak pernah bisa
dengan mudah untuk dihilangkan, terutama bagi mereka yang sudah memberikan
seluruh hatinya pada seseorang yang dia cinta. Perasaan cinta, akan tetap
selalu ada pada mereka yang tulus mencintai pasangan meski pun sudah ditinggalkan.
Perasaan cinta, butuh waktu lama untuk dimusnahkan, butuh waktu yang tidak bisa
dipastikan bagi mereka yang telah menerima pasangan dengan kurang dan lebihnya.
Perasaan cinta, perasaan cinta,
perasaan cinta.
Cukup bodoh memang bila terlalu
mempercayakan segalanya pada seseorang dengan mengatas namakan cinta. Terlalu bodoh,
jika masih bertahan meski sudah dikhianati berkali-kali dengan alasan masih
mencintainya. Bukankah semua tau, bahwa pada hakikatnya cinta itu indah, cinta
itu bahagia. Lantas untuk apa bertahan dengan menahan kesakitan dengan
berlindung pada kata cinta?
Beberapa orang diantara kita
memutuskan bertahan, menggenggam erat tangan pasangan meski sudah diingkari
berkali keli. Beberapa orang dari kita, sampai rela menjadi yang kedua asal
bisa tetap bersama dengan orang yang dia cinta. Beberapa orang hingga mau
diduakan dengan alasan menerima apadanya orang yang dia cinta. Bodoh memang,
bodoh. Bukankah cinta itu tunggal, cinta itu satu. Lantas jika sudah dibagi
kebeberapa hati apakah masih bisa disebut cinta? Cinta adalah dua hati yang
saling mencinta, bukan tiga hati atau empat hati bahkan lima hati. Itu bukan
cinta, itu pembodohan.
Tapi tidak sepenuhnya orang yang
masih bertahan dengan menyongsong tinggi kata cinta adalah bodoh. Mungkin saja
mereka terllalu baik hatinya. Mungkin juga mereka masih berfikir terlalu lemah.
Mereka tidak bodoh, mereka hanya masih belum menyadari arti sebenarnya dari
cinta. Dengan mengiyakan setiap perkataan pasangan, menuruti berbagai macam
omongan pasangan, mengorbankan dirinya untuk pasangan yang belum tentu mau
berkorban untuk dirinya. Mereka bukan tidak bisa, hanya saja belum siap untuk
berpisah sehingga rela melakukan itu semua agar teteap bisa bersama.
Coba pikirkan lagi. Apa yang
seperti itu masih bisa disebut cinta? Apa yang seperti itu masih patut untuk
dipertahankan? Entahlah, semua kembali pada diri sendiri dan kesiapan hati.
Coba biasakanlah agar bisa
terbiasa dengan sendirinya.


4 comments
Kalo boleh saran dan gausah terlalu di seriusin ky wkwkwk
untuk kata " CINTA " boleh bisa diartikan kata umum :)
maaf bukan juga bermaksud mengguru-i :D
enggak semua yang tertulis disini itu tentang aku ky, kadang suka ngambil dari teman ato orang lain seh. hehe
hehehe maaf loh :D
wkwk iya nggak apa ky, maaf diterima. :)